Padang

Mengurai Benang Merah Terorisme: Visi Ustaz Syamsudin untuk Indonesia

88
×

Mengurai Benang Merah Terorisme: Visi Ustaz Syamsudin untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini

Padang, Tikalak.com – Ustaz Syamsudin, seorang ulama yang dikenal dengan kearifannya, memberikan pandangannya yang mendalam tentang perlunya menegakkan nilai keberagaman dan toleransi sebagai solusi menghadapi tantangan terorisme dan intoleransi yang semakin meresahkan di Indonesia.

“Maraknya aksi terorisme dan sikap intoleran yang menghiasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dipungkiri telah secara tidak langsung mengganggu kehidupan sosial masyarakat,” ungkap Syamsudin dengan suara tegas namun penuh kepedulian, dari kota kelahirannya, Payakumbuh.

Syamsudin juga menyampaikan keprihatinannya atas stigma negatif yang sering kali melekat pada Islam sebagai agama yang terkait dengan tindakan terorisme. “Tentunya hal tersebut mengundang perhatian kalangan tokoh masyarakat dan ulama di berbagai daerah untuk bersama-sama mencari solusi yang tepat,” tambahnya.

Menurut pandangan Syamsudin, ajaran Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik antara sesama manusia, tanpa memandang suku, agama, atau bangsa. “Dalam ajaran Islam, silaturahmi antar sesama muslim, antar agama, dan antar bangsa bukanlah sekadar anjuran, melainkan suatu kewajiban yang harus dijunjung tinggi,” jelasnya dengan penuh keyakinan.

Syamsudin juga menekankan bahwa dalam Islam tidak ada tempat untuk kekerasan atau penghinaan terhadap sesama manusia. “Islam mengajarkan untuk saling menghargai, menyayangi, dan bertoleransi antar sesama manusia sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan oleh Rasulullah,” ucapnya sambil menatap tajam, menegaskan kebenaran nilai-nilai tersebut.

Tidak hanya itu, Syamsudin juga merespons sikap intoleran yang semakin merajalela, terutama di ranah media sosial, yang dapat mengancam kerukunan dan keberagaman di Indonesia. “Sikap intoleran tidak hanya bertentangan dengan ajaran agama, tetapi juga merusak tatanan sosial yang sudah dibangun dengan susah payah selama ini,” tukasnya dengan nada prihatin.

Saat berbicara tentang aksi-aksi terorisme, bom bunuh diri, dan sikap radikalisme, Syamsudin menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mengedepankan nilai-nilai kedamaian dan kemanusiaan. “Melanggar hak, harta, atau martabat orang lain tidaklah sesuai dengan ajaran Islam. Bahkan mencaci maki dan menjelekkan sesama manusia sangat dilarang dan diharamkan,” pungkasnya, dengan nada suara yang memancarkan kebulatan tekad untuk menyuarakan kebenaran dan kedamaian.

Mb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *