Uncategorized

Tradisi Ngabuburit Berburu Pabukoan Ala Padang Panjang

71
×

Tradisi Ngabuburit Berburu Pabukoan Ala Padang Panjang

Sebarkan artikel ini

Padang Panjang, Tikalak.com – Diawal pertama bulan Ramadhan terlihat salah satu perempatan jalan di pusat Kota Padang Panjang mulai dipadati berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat serta pejalan kaki yang berlalu lalang, Kamis (23/3) sore.

Kesibukan itu sudah mulai tampak pada saat jarum jam baru menunjukkan pukul 17.00 WIB, satu setengah jam jelang berbuka puasa.

Suasana pasar kuliner yang dipadati pengunjung yang hendak membeli berbagai menu untuk persiapan berbuka puasa dirumah.

Pemandangan ini lain dari pada hari-hari biasanya, setelah ditelusuri para warga tersebut rupanya tengah ngabuburit. Sembari menunggu waktu berbuka dengan cara baburu pabukoan (berburu kuliner) di pasar pabukoan yang ada di beberapa lokasi di Kota Serambi Mekkah itu.

Kegiatan ngabuburit dengan berburu kuliner sudah menjadi tradisi masyarakan Kota Serambi Mekkah di bulan ramadhan yang senantiasa dinantikan.

Aktivitas ini biasanya dilakukan di Pasar Kuliner (Paskul), Pasar Pusat atau di pasar pabukoan dadakan yang khusus ada di bulan puasa. Acara ngabuburit tersebut terasa membawa keberkahan tersendiri bagi pengunjung dan pedagang.

Berdasarkan hasil pantauan media ini dilapangan, paskul ini masih menjadi salah satu tempat favorit bagi para pecinta kuliner untuk mencari menu takjil berbuka pada puasa pertama hari ini.

Sementara Warga yang datang ke salah satu pusat pasa pabukoan ini, rela berdiri menunggu untuk mengantre takjil berbuka puasa yang dipesan selesai dan siap dibawa pulang untuk persiapan berbuka bersama-sama dengan keluarga di rumah.

Adapun masyarakat yang datang ke Paskul pun beragam. Mulai dari kalangan orang tua hingga kawula muda. Ada yang sambil berjalan kaki dan juga ada yang mengendarai sepeda motornya. Semuanya tampak bahagia mengitari Paskul untuk berburu menu berbuka puasa.

Sementara jajanan yang biasanya disajikan di Paskul ini adalah makanan dan minuman seperti kolak, gorengan, minuman dingin, es buah, jajanan pasar tradisional, aneka macam lauk pauk dan sambal lainnya. Masih banyak lagi jajanan yang ditawarkan untuk memanjakan lidah para pembeli.

“Ini kan memang selalu kita tunggu karena hanya digelar selama bulan suci Ramadan. Selain membeli berbagai makanan dan minuman untuk buka puasa, suasananya ini yang membuat kita selalu kangen. Saya juga ingin mencari makanan-makanan yang unik,” kata Aulia (25) warga Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat yang merupakan salah seorang pemburu takjil sore itu.

Melihat tingginya minat warga berbelanja di Paskul memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang yang membuka lapak berjualan di pasar tersebut.

Kondisi ini, membuat penjualan para pedagang di Paskul biasanya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan penjualan di hari-hari biasa. (R.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *