HUKUM DAN KRIMINALPERISTIWA

Sadis: Gerombolan Bermotor Bacok Seorang Remaja, Celurit Masih Menancap di Pelipis Mata Korban

25
×

Sadis: Gerombolan Bermotor Bacok Seorang Remaja, Celurit Masih Menancap di Pelipis Mata Korban

Sebarkan artikel ini

Sukabumi – Gerombolan bermotor membacok seorang remaja, peristiwa itu terjadi di samping Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kota Sukabumi, Sabtu (3/9/2022) malam.

Diketahui korban berinisial PAM (17) warga Kampung Cikapek RT 001/010, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menderita luka bacok dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit. Tragisnya, celurit melukainya masih tertancap di pelipis matanya saat dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu Kapolsek Warudoyong, Kompol Budi Setiana mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama ke tujuh temannya berboncengan menggunakan 3 unit sepeda motor dari arah Cibolang sepulang dari rumah salah satu temannya yang berada di daerah Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

“Mereka sempat mengisi bensin dulu ke SPBU Mangkalaya Cisaat, kemudian setelah selesai korban bersama temannya langsung menuju arah timur untuk pulang ke daerah Kampung Cikapek Koleberes, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi,” ujar Budi, Minggu (4/9/2022).

Namun saat dalam perjalanan pulang, lanjut Budi, tepatnya di samping Rumah Pemotongan Hewan (RPH) korban berpapasan dengan sekelompok orang tidak dikenal berboncengan menggunakan 3 sepeda motor matic, kurang lebih sekitar 9 orang dengan menggunakan slayer atau penutup wajah, langsung berbelok melawan arah menghampiri korban yang sedang dibonceng.

Disebutkan lagi, “Sepeda motor pelaku yang posisinya paling depan membawa senjata tajam jenis celurit dengan cara ditenteng di tangan sebelah kanan, dan pelaku mau menabrakan sepeda motornya dengan sepeda motor korban, hingga menepi ke pinggir jalan,” tambah Budi.

Selanjutnya pelaku langsung membacokan senjatanya hingga masuk menusuk ke dalam pelipis atas mata korban, dan setelah itu pelaku bersama kelompoknya langsung melarikan diri. Hingga saat ini korban masih dirawat di RSUD R Syamsudin, SH karena celuritnya masih menancap di pelipis mata korban.

Disebutkan lagi oleh Budi, “Saat ini kasus penganiayaan tersebut sedang ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Warudoyong dan Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Polisi sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi-saksi di lokasi kejadian,” pungkasnya.(Hendry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *