Padang Panjang

Mahasiswa Akper Nabila Edukasi Warga Tentang Kesehatan Mental dari Perspektif Spiritual

53
×

Mahasiswa Akper Nabila Edukasi Warga Tentang Kesehatan Mental dari Perspektif Spiritual

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, — Mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Nabila Kota Padang Panjang laksanakan edukasi kesehatan mental (mental health) dilihat dari perspektif spiritual kepada masyarakat Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB) yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos.

Kegiatan pengabdian masyarakat Akper Nabila yang berlangsung pukul 10.30 hingga 12.15 WIB ini, turut didampingi Perawat PTM Puskesmas Kebun Sikolos, Aria Susanti, S.Kep.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ns. Febria Syafyusari, M.Kep menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menambah wawasan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Penyakit kronis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi gangguan kesehatan mental emosional seseorang. Contohnya penyakit menular seperti TB paru, DM, janker dan stroke. Penyakit-penyakit tersebut perlu penanganan yang serius karena berefek pada kesehatan mental,” jelas Febria.

Febria menambahkan, edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami penyebab dan dampak dari gangguan kesehatan mental.

“Kami juga menyarankan untuk konsumsi makanan yang sehat seimbang. Menerapkan pola hidup sehat seperti berjemur pagi hari, enyahkan rokok, hidrasi (cairan) yang cukup 2-3 liter/hr (30% dari BB), berpikir positif, beraktivitas yang produktif dan olahraga jalan kaki 30 menit setiap hari,” imbuhnya.

Dr. Elvi Rahmi, M.A, dosen STIT Ahlussunnah Bukittinggi sekaligus dosen agama di Akper Nabila memaparkan, konsep kesehatan mental dalam perspektif Islam dapat dijaga melalui salat, zikir, baca Al-Qur’an dan puasa.

“Dengan meningkatkan ketaqwaan, kita mendapatkan ketenangan, terbimbing dari persoalan kehidupan, dan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat,” ungkap Elvi.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Mereka terlihat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kesehatan mental.

Salah seorang warga, Ana mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat baginya. “Saya baru tahu penyakit kronis dapat mempengaruhi kesehatan mental. Saya jadi lebih termotivasi untuk menjaga kesehatan mental dan fisik saya,” ujarnya. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *