Padang Panjang

Akhir Tahun 2023, IPH Padang Panjang Berfluktuasi Sangat Rendah

70
×

Akhir Tahun 2023, IPH Padang Panjang Berfluktuasi Sangat Rendah

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Panjang, Indeks Perkembangan Harga (IPH) kota ini pada minggu terakhir Desember 2023 lalu berada pada angka 0,027% atau berfluktuasi sangat rendah.

“Komoditas utama yang berkontribusi untuk fluktuasi ini adalah bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako, Putra Dewangga, S.S, M.Si saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual di Ruang VIP Lantai II Balai Kota, Rabu (3/1).

Diungkapkannya, pada akhir tahun 2023 lalu, sebanyak 51 komoditas berada pada harga yang relatif stabil. Fluktuasi terjadi pada 14 komoditas.

“Dari 14 komoditi yang mengalami fluktuasi, tujuh komoditas mengalami kenaikan harga. Di antaranya daging ayam broiler naik 2.57 persen, bawang merah 0,64 persen, bawang putih 1,97 persen dan ikan kembung naik 4,17 persen. Tujuh komoditi lainnya mengalami penurunan harga. Seperti cabai rawit, cabai merah dan lainnya,” terang Putra.

Putra mengungkapkan, adapun catatan khusus dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), daging ayam broiler masih terus mengalami kenaikan harga. Ini akibat pakan ternak yang masih tinggi, terutama harga jagung pipilan untuk ternak dan konsentrat yang masih impor.

“Sementara cabai merah masih mengalami penurunan harga karena mulai masuknya masa panen pada beberapa daerah sentra produksi cabai merah di beberapa wilayah Indonesia,” sebutnya.

Selanjutnya yaitu, bawang merah juga mengalami kenaikan harga karena curah hujan yang mulai tinggi pada beberapa wilayah sentra produksi bawang merah sehingga mengurangi hasil produksi petani.

“Bawang putih kembali juga naik pada akhir Desember lalu, penyebabnya karena harga bawang putih dari negara asal (Cina) juga naik signifikan, $700/ton menjadi $1.200/ton. Sehingga menyebabkan naiknya biaya impor bawang putih, berimbas dengan naiknya harga pada tingkat konsumen,” ujar Putra.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.S.i yang turut mengikuti rakor tersebut mengungkapkan, perlu dianalisis dan dilaporkan upaya apa saja yang sudah dilakukan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dalam hal pengendalian Inflasi.

Di samping itu, Sonny juga meminta kepada TPID dan pihak terkait untuk terus melakukan pemantauan pasokan dan sidak pasar serta melakukan operasi pasar.

“Diharapkan dukungan dari BPKD dalam penyaluran BTT (biaya tak terduga-red) guna pengendalian inflasi. Pantau terus kenaikan IPH Padang Panjang dan segera ambil langkah-langkah yang diperlukan jika ada gejala kenaikan yang signifikan. Serta gerakan tanam cabai agar lebih disosialisasikan dan digebyarkan,” ujarnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota, Dr. Winarno, M.E, Forkopimda dan perwakilan OPD. (rifki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *