JAKARTA

Sinergi SKK Migas dan Pemprov Maluku untuk Akselerasi Proyek LNG Abadi Masela

85
×

Sinergi SKK Migas dan Pemprov Maluku untuk Akselerasi Proyek LNG Abadi Masela

Sebarkan artikel ini

Jakarta,Tikalak,-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan
Gas Bumi (SKK Migas) mengadakan pertemuan strategis dengan Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Maluku untuk membahas perkembangan terbaru serta rencana pengembangan
proyek LNG Abadi Masela pada Kamis (27/6) di Kantor SKK Migas.

Proyek ini menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional Indonesia dengan kapasitas produksi
yang diharapkan mencapai 9,5 juta MTPA (metrik ton per tahun) LNG, 150 MMSCFD (juta
standar kaki kubik per hari) gas pipa, dan sekitar 35.000 BCPD (barel kondensat per hari),
dengan target operasional pada Kuartal IV 2029.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelesaikan
proses dokumen AMDAL dan pembebasan lahan untuk pembangunan Onshore LNG Plant di
Pulau Tanimbar. “Kami bersama KKKS INPEX Masela Ltd., selaku operator Proyek Masela, mengucapkan terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari Pemprov Maluku dalam mendukung proyek Abadi. Dalam pertemuan ini, kami berharap dapat menemukan solusi atas
berbagai tantangan yang sedang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

Dwi menyampaikan saat ini pihaknya sedang menunggu surat pertimbangan dari Gubernur
Maluku untuk pelepasan kawasan hutan yang diperlukan untuk fasilitas operasional. “Kami juga
mengharapkan dukungan dari Bapak Gubernur dalam menyelesaikan klaim kepemilikan tanah
di kawasan hutan. Semoga dengan penyelesaian yang cepat, kami dapat mempercepat
pengembangan Proyek Masela,” tambahnya.

Dalam proyek ini, SKK Migas memproyeksikan akan melibatkan hingga 15.000 pekerja pada
puncak pengerjaan, sehingga diperlukan infrastruktur pendukung yang memadai. “Kami juga
mendorong INPEX untuk berkolaborasi dengan daerah dalam hal pemberdayaan tenaga kerja
lokal sejak dini. Hal ini diharapkan dapat memberikan peran serta manfaat ekonomi yang
signifikan bagi masyarakat sekitar,” lanjut Dwi.
Penjabat (Pj) Gubernur Maluku, Sadali Ie, menyatakan apresiasi atas pertemuan ini sebagai
bukti komitmen bersama dalam upaya mempercepat pengembangan Proyek Masela. “Kami
siap mendukung dengan seluruh kewenangan yang kami miliki untuk memastikan keberhasilan
proyek ini, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada penerimaan daerah
dan kesejahteraan masyarakat Maluku,” ucap Sadali.

Sadali juga menegaskan komitmen untuk memberikan rekomendasi terkait penggunaan lahan
yang dibutuhkan oleh SKK Migas serta untuk memfasilitasi proses negosiasi dan mediasi yang
adil dalam pembebasan lahan. “Kami juga mendorong Pemerintah Kabupaten untuk bekerja
sesuai dengan regulasi yang berlaku guna mendukung percepatan Proyek Masela,”
tambahnya.

Sadali juga berharap agar SKK Migas bersama INPEX Masela Ltd. dapat terus berkoordinasi
dengan Pemprov Maluku supaya Proyek Masela dapat beroperasi sesuai target pada Kuartal IV
2030. “Sebagai proyek gas terbesar di Indonesia, dukungan bersama dari semua pihak sangat
penting untuk kesuksesan proyek ini,” tutup Sadali.(Halima Alkatiri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *