Uncategorized

Kiai Imam Zarkasy Pendiri Pesantren Gontor Ternyata Alumni Thawalib Padang Panjang Era 1930-an

44
×

Kiai Imam Zarkasy Pendiri Pesantren Gontor Ternyata Alumni Thawalib Padang Panjang Era 1930-an

Sebarkan artikel ini
thawalib
Padang Panjang, Tikalak.com — Sejarah keberadaan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tidak terlepas dari Sumatera Barat, khususnya Thawalib Padang Panjang. Karena Kiai Imam Zarkasy salah seorang pendirinya belajar di Thawalib Padang Panjang pada 1930-an, kemudian hasil belajar tersebut dibawanya ke Gontor.

Adapun hal tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasy ketika berkunjung ke Thawalib Padang Panjang, Sabtu (24/6).

Menurut keterangan Sekretaris Yayasan Thawalib, Irwan Natsir, Ahad (25/6) menyebutkan, kunjungan tersebut merupakan kegiatan napak tilas Pendidikan Kiai Imam Zarkasy di Thawalib Padang Panjang yang turut dihadiri Rektor Universitas Darusssalam Gontor Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, M.Phil, dan rombongan lainnya dari Gontor.

Sementara itu dalam pertemuan dengan jajaran Thawalib, Kiai Amal Fathullah mengatakan, kunjungan mereka ke Thawalib adalah untuk melakukan napak tilas tempat salah seorang pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor belajar.

Kemudian dijelaskannya, setelah belajar di Sumatera Thawalib, Kiai Imam Zarkasy selanjutnya juga melanjutkan ke Normal School di Padang.

Kiai Amal menjelaskan, “Hasil belajar di Thawalib dan Normal School tersebut menjadi landasan dalam pengelolaan Pesantren Gontor,” jelasnya.

Bahkan disebutkannya, apa yang dipergunakan dalam pengajaran di Pondok Modern Darusalam Gontor, diantaranya juga diajarkan di Thawalib.

Lalu ujar Kiai Amal, “Jadi apa yang Kiai Imam Zarkasy pelajari di Thawalib, kemudian menjadi bagian dari apa yang dijadikan dalam membangun Gontor,” ucapnya.

Kemudian hal senada juga disampaikan Kiai Hamid Fahmi Zarkasy. Menurutnya, dengan Kiai Imam Zarkasy belajar di Thawalib dan kemudian Gontor berkembang maju seperti saat ini, hal itu tidak bisa terlepas dari Thawalib Padang Panjang.

Selanjutnya dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu, Kiai Amal dan Kiai Hamid bercerita panjang lebar selain hubungan emosional tersebut, juga bagaimana perkembangan Gontor sejak didirikan sampai saat ini.

Menurut Ketua Yayasan Thawalib, Abrar mengatakan, kunjungan keluarga besar Gontor melakukan napak tilas ke Thawalib semakin meneguhkan bagaimana hubungan emosional yang telah terbangun selama ini.

Kemudian disebutkan Abrar, “Hubungan emosional yang terbangun begitu kuat sejak Kiai Imam Zarkasy belajar di Thawalib sampai saat ini. Bahkan, bisa dikatakan Thawalib Padang Panjang adalah kampung kedua Kiai Imam Zarkasy setelah Gontor,” katanya.

Sementara Irwan Natsir menambahkan, antara Thawalib dan Gontor semakin erat hubungan emosionalnya dengan adanya lulusan Thawalib yang kuliah di Universitas Darussalam Gontor, serta adanya tamatan Gontor yang tugas mengabdi di Thawalib Padang Panjang.

Adapun menurut Irwan, sebagai salah seorang pendiri Gontor, Kiai Imam Zarkasy pada 1930 belajar di Thawalib tatkala dipimpin Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim. Lokasi sekolah di Jalan Abd. Hamid Hakim No 12 Padang Panjang.

Sedangkan lokasi tersebut merupakan pindahan setelah bangunan Surau Jembatan Besi yang menjadi tempat awal cikal bakal berdirinya Thawalib Padang Panjang runtuh terkena gempa dahsyat pada 1926.

Kemudian pada tahun 1930-an, murid Thawalib datang dari berbagai seluruh daerah di Indonesia termasuk dari Malaysia dan negara tetangga lainnya.

Irwan menuturkan, “Selain Kiai Imam Zarkasy, pada zaman tersebut lulusan Thawalib bukan saja sebagai alim ulama melainkan juga aktif dalam berbagai posisi dan jabatan. Seperti Teuku Ali Hasjmy yang menjadi Gubernur Aceh,” ungkapnya. (R.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *